FORMULASI FAST DISINTEGRATING TABLET (FDT) ASPIRIN SEBAGAI ANTIPLATELET DENGAN Ac-Di-Sol® SEBAGAI SUPERDISINTEGRANT

LUSI NURDIANTI

Abstrak


Aspirin merupakan obat antiplatelet pada dosis 75-150 mg per hari. Aspirin termasuk dalam kelompok Biopharmaceutical Classification System (BCS) kelas 2 yang memiliki kelarutan rendah tetapi permeabilitas tinggi. Salah satu teknologi farmasi yang sedang berkembang saat ini adalah FDT (Fast Disintegrating Tablet) yang akan hancur ketika tablet diletakkan di rongga mulut, sehingga dapat memudahkan pemberian obat secara oral pada pasien pediatri, geriatri atau pasien cacat mental yang mungkin sulit menelan tablet konvensional dengan bantuan air. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh Ac-Di-Sol terhadap waktu hancur dan profil disolusi FDT aspirin. Dibuat 3 formula yang mengandung Ac-Di-Sol sebagai superdisintegrant pada formula 1, 2 dan 3 secara berturut-turut 1%; 2%; dan 3%. Tablet dibuat dengan metode kempa langsung. Evaluasi tablet meliputi organoleptik, keseragaman ukuran, keseragaman bobot, kerapuhan, kekerasan, waktu hancur, penetapan kadar, keseragaman kandungan dan uji disolusi. Formula 3 yang mengandung Ac-Di-Sol 3% merupakan formula paling optimal dengan waktu hancur 1,65 menit. Persen terdisolusi pada waktu ke-30 menit pada formula 1, 2 dan 3 secara berturut-turut menghasilkan 101,07%; 101,26%; dan 103,36%. Hal ini menunjukkan bahwa Ac-Di-Sol mempengaruhi waktu hancur dan profil disolusi FDT aspirin. Semakin tinggi konsentrasi Ac-Di-Sol, maka waktu hancur akan semakin cepat dan profil disolusi semakin meningkat.

 

Kata kunci:  Aspirin, Superdisintegrant, FDT.

 


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Anggraeni. 2015. Pengembangan dan Evaluasi Formula Tablet Fast Disintegrating Tablets (FDT) dari Kompleks Inklusi Loratidin-β-siklodekstrin [SKRIPSI]. Tasikmalaya : STIKes BTH Tasikmalaya.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1979. Farmakope Indonesia : Edisi III. Jakarta.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1995. Farmakope Indonesia : Edisi IV. Jakarta.

Kuccherkar, B.S., Badhan, A.C., Mahajan, H.S. 2003. Mouth dissolving tablet : a novel drug delivery system. Pharma Times, 35 : 3-10.

Kumar, M.V., Sethi, P., Kheri, R., Saraogi, G.K., Singhai, A.K. 2011. Orally disintegrating tablet: a review. International Journal of Drug Research and Technology Dissolving Tablets, 1(1) : 8–16.

Lieberman, H.A., Lachman, L., Kanig, J.L. 1994. Teori dan Praktek Farmasi Industri Edisi Tiga Jilid 2. Jakarta: UI.

Leuner, C., Dressman, J. 2000. Improving drug solubility for oral delivery using solid dispersions. Eur. J. Pharm. Biopharm. 50 : 47-60.

Lim, H. 2013. Farmakologi Kardiovaskuler Edisi 3. Jakarta : P.T. Sofmedia.

Madan, J., Sharma, A.K., Ramnik, S. 2009. Fast dissolving tablets of aloe veragel. Tropical Journal of Pharmaceutical Research, 8 (1) : 63-70.

Mikhania. 2014. Formulasi dan Evaluasi Fast Disintegrating Tablet (FDT) Loratidin [Tesis]. Bandung : Institut Teknologi Bandung.

Mohanachandran, P.S., Sindhumol, P.G., & Kiran, T.S. 2010. Enhancement Of Solubility and Dissolutin Rate: An Overview. International Jurnal Of Comprehensive Pharmacy, 1 (4): 1-10.

Panigrahi, R., dan Behera, S. 2010. A review on Fast Dissolving Tablets. Webmend Central Quality and Patient Safety. 1 (9) : 1-17.

Prabowo, Imam. 2011. Optimasi Kecepatan Disintegrasi Tablet Terdisintegrasi Cepat (Fast Disintegrating Tablet) Domperidon dengan Superdisintegrant Sodium Starch Glycolate [SKRIPSI]. Fakultas Farmasi : Universitas Indonesia.

Siregar, C.J.P. 2010. Teknologi Farmasi Sediaan Tablet Dasar-Dasar Praktis. Jakarta : Buku Kedokteran EGC.

The Department Of Health. 2008. British Pharmacopoeia Veterinary. London : The Stationery Office.


DB Error: Table './ejurnal_ejour98jhd/referrals' is marked as crashed and should be repaired