KAJIAN PENGGUNAAN MISOPROSTOL DAN OKSITOSIN SEBAGAI PENGINDUKSI PERSALINAN DI RSUD KOTA BANDUNG

Ni Nyoman SMH

Abstract


nduksi persalinan terjadi antara 10%-20% dari seluruh persalinan dengan berbagai indikasi baikuntuk keselamatan ibu maupun keselamatan janin. Beberapa penelitian menyebutkan bahwamisoprostolefektif untuk induksi persalinan karena dapat mematangkan serviks dan memacu kontraksimiometrium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien, dan karakteristik obatpenginduksi meliputi lamanya persalinan, indikasi induksi dan statuskehamilan dari penggunaanoksitosin, misoprostol atau kombinasinya di RSUD Kota Bandung. Cara pengambilan data denganmenggunakan sumber berupa rekam medis pada periode Oktober sampai Desember 2016. Subjekpenelitian adalah ibu yang melahirkan sebanyak 135. Data yang diperoleh dilakukan uji statistik.Terdapat 77 subjek untuk oksitosin, 36 subjek untuk misoprostol dan 22 subjek untuk keduanya. Hasilpenelitian menunjukan bahwa lama persalinan terbanyak pada penggunaan oksitosin yaitu dengandurasi waktu 2 jam (18,20%), pada penggunaan misoprostol yaitu dengan durasi waktu 6 jam (27,80%) dan penggunaan keduanya yaitu dengan durasi waktu 7 jam (22,70%). Hasil penelitian indikasiinduksi terbanyak pada oksitosin yaitu kala 1 fase laten sebesar 66,20%, pada misoprostol yaituketuban pecah dini (25,00%) dan pada keduanya yaitu preeklamsi (22,70 %). Hasil penelitian statuskehamilan terbanyak pada oksitosin yaitu dengan kehamilan anak ke 1 (33,80%), pada penggunaanmisoprostol dengan kehamilan anak ke 1 (36,10%) dan pada penggunaan keduanya yaitu dengankehamilan anak ke 1 dan 3 dengan masing-masing sebesar 31,80%. 

Keywords


Induksi, Persalinan, Oksitosin, Misoprosto

Full Text:

PDF (Indonesian)


DOI: http://dx.doi.org/10.36465/jkbth.v17i2.251

DB Error: Table './ejurnal_ejour98jhd/referrals' is marked as crashed and should be repaired